About

Club Cooee

Pages - Menu

Senin, 08 Januari 2024

Cara Membuat Custom Bookshelves Pada Aplikasi Goodreads


Custom Bookshelves memungkinkan kita untuk mengelompokkan buku ke dalam kategori unik sebanyak yang kita inginkan. Secara default, Goodreads menyediakan 3 Bookshelves untuk dipilih oleh membernya, yaitu Read, Currently Reading, dan Want to Read. Namun, bayank dari kita ingin menambah bookshelves karena buku yang kita miliki tidak masuk ke kategori yang disediakan oleh Goodreads, misal: buku yang sudah pernah dibaca tetapi tidak selesai membacanya, buku yang sudah mulai dibaca namun terhenti dan kita ingin melanjutkannya kembali. Ada juga buku yang direkomendasikan oleh teman tetapi kita belum ingin membacanya. Saya sendiri mengkategorikan hal ini menjadi did not finish, paused, dan penasaran.

Berikut cara membuat Custom Bookshelves tersebut :

1. Klik tab “My books” di beranda.

2. Klik "Edit" di samping "Bookshelves" untuk membuka halaman Bookshelves atau klik link berikut : https://www.goodreads.com/shelf/edit

3. Dari sini, beri nama dan tambahkan custom bookshelves yang diinginkan.

4. Untuk menyimpan perubahan yang kita buat, scroll ke bagian bawah halaman dan klik “I’m Done.”



Kita dapat membuat perubahan pada custom bookshelves tersebut kapan saja! Cukup klik  “rename” untuk mengubah namanya atau klik “X” untuk menghapus.

Setiap buku yang yang kita simpan di Goodreads harus berada di salah satu bookshelves eksklusif yang kita miliki secara default, yaitu Read, Currently Reading, dan Want to Read. Jika kita memilih untuk tidak menambahkan buku ke salah satu rak eksklusif tersebut — misalnya, jika kita ingin menandai buku sebagai belum selesai dibaca (did not finished)— kita dapat menjadikan custom bookshelves yang kita buat menjadi eksklusif, sehingga kita dapat mengabaikan opsi ini. Buku yang ditambahkan ke bookshelves eksklusif tidak dapat ditambahkan ke beberapa bookshelves eksklusif, namun masih dapat ditambahkan ke bookshelves khusus non-eksklusif mana pun. Saat ini, pembuatan bookshelves eksklusif hanya dapat dilakukan menggunakan situs desktop Goodreads. Berikut cara mengubah bookshelves sebagai eksklusif:

1. Klik tab “My books” di beranda.

2. Klik "Edit" di samping "Bookshelves" untuk membuka halaman Bookshelves atau klik link berikut : https://www.goodreads.com/shelf/edit

3. Klik kotak centang eksklusif di sebelah bookshelves yang kita inginkan.

4. Untuk menyimpan perubahan yang kita buat, scroll ke bagian bawah halaman dan klik “I’m Done.”

Selain, Exclusive ada beberapa pilihan lain yaitu : feature, sortable, sticky dan recs. Berikut masing-masing penjelasannya:

  • feature : kita  dapat memilih satu booksehelves untuk ditampilkan di bagian atas profil kita. Jika booksehelves dapat diurutkan, maka buku teratas akan ditampilkan di profil. Jika tidak dapat diurutkan maka sistem goodreads akan memilih buku secara acak dari daftar bookshelves. Jika kita memilih booksehelves read (pengaturan default), maka sistem goodreads secara acak menampilkan buku berperingkat 5 bintang. Kita juga dapat memilih untuk tidak menampilkan booksehelves, dengan menghapus centang pada booksehelves yang saat ini ditampilkan.
  • sortable: Kita dapat mengaktifkan penyortiran booksehelves untuk menyesuaikan urutan booksehelves kita. Ini sangat berguna untuk booksehelves "Want to Read"; kita dapat melacak apa yang ingin kita baca selanjutnya!
  • sticky: booksehelves lengket diurutkan terlebih dahulu di buku dan di profil kita.
  • exclusive: Semua member goodreads memiliki tiga booksehelves default (Read, Currently Reading, dan Want to Read), yang saling eksklusif, artinya sebuah buku hanya dapat berada di salah satu booksehelves tersebut. Member goodreads dapat membuat booksehelves tambahan sebanyak yang kita suka, dan buku dapat ditempatkan di booksehelves non-eksklusif sebanyak yang kita inginkan. Ini mungkin berguna untuk booksehelves seperti "referensi" atau "menyerah". Mungkin perlu waktu beberapa menit agar perubahan diterapkan jika kita memiliki banyak buku di booksehelves ini.
  • recs: Centang kotak ini jika kita mengingingkan sistem goodreads mencoba memberikan rekomendasi untuk buku di booksehelves ini. Jika kotak ini tidak dicentang, sistem goodreads tidak akan membuat rekomendasi untuk booksehelves ini.

Lalu, bagaimana cara menghapus buku tertentu dari salah satu bookshelves ekslusif tersebut?? karena semua buku yang kita miliki harus berada dalam salah satu bookshelves ekslusif tersebut.

"Want to Read" adalah bookshelves eksklusif. Kita tidak dapat menghapus buku dari bookshelves eksklusif, namun kita dapat memindahkannya ke bookshelves lain, misalnya “Read”.
  1. Pilih buku yang akan di hapus dari bookshelves ekslusif
  2. Pada bagian edit bookshelves pilih "Choose a shelf for this book"
  3. Kemudian pilih "Remove from my shelf".
Terima kasih!

Senin, 25 Desember 2023

Tips Membuat Titik Dua Sejajar Pada Excel

Membuat titik dua sejajar menggunakan fitur format cell

  1. Buka dokumen di Microsoft Excel.
  2. Blok pada teks yang ingin diberi tanda titik dua.
  3. Klik kanan dan pilih menu Format Cell.
  4. Klik pada tab menu Number.
  5. Selanjutnya, pilih menu Custom dan pada bagian Type ketik format @ * :
  6. Terakhir, klik pada format @ * : tersebut lalu klik Ok.

Silahkan mencoba.

Senin, 18 Desember 2023

Fungsi Tombol Windows Pada Keyboard

Windows Key

Pintasan keyboard ini menggunakan tombol logo Windows untuk melakukan berbagai tugas, seperti meluncurkan aplikasi Windows dan pihak ketiga.

Tombol Windows + A: Buka Pusat Aksi.

Tombol Windows + S: Buka Cortana dalam mode teks, sehingga Anda dapat mengetik di bilah pencarian. (Tombol Windows + Q melakukan hal yang sama.)

Tombol Windows + C: Buka Cortana dalam mode mendengarkan (mirip dengan mengatakan “Hei, Cortana”).

Tombol Windows + E: Buka File Explorer.

Tombol Windows + F: Buka Hub Umpan Balik Windows 10.

Tombol Windows + Ctrl + F: Mencari PC di jaringan.

Tombol Windows + G: Buka bilah Game.

Tombol Windows + H: Buka bar samping Bagikan.

Tombol Windows + I: Buka menu Pengaturan.

Tombol Windows + K: Buka sidebar Connect (untuk menghubungkan ke perangkat Bluetooth baru atau Miracast).

Tombol Windows + L: Mengunci komputer Anda.

Tombol Windows + O: Orientasi layar kunci.

Tombol Windows + P: Membuka bilah sisi presentasi atau proyeksi.

Tombol Windows + R: Buka jendela Jalankan.

Tombol Windows + U: Buka pusat Kemudahan Akses.

Tombol Windows + W: Buka Windows Ink Workspace untuk mencoret-coret di tablet atau laptop layar sentuh.

Tombol Windows + Layar Cetak: Ambil tangkapan layar seluruh desktop dan simpan ke folder Tangkapan Layar di folder Gambar.

Tombol Windows + (+) atau (-): Memperbesar dan memperkecil dengan kaca pembesar.

Tombol Windows + Esc: Keluar dari kaca pembesar.

Minggu, 28 Maret 2021

Strategi Investasi Saham

 4 Strategi Investasi Saham Yang Perlu Dipertimbangkan


Investasi saham memungkinkan dana yang anda tanamkan bertumbuh jauh melampaui laju inflasi. Memang, seiring peluang untung yang besar, investasi saham juga memiliki risiko kerugian tidak kecil. Namun, dengan strategi yang tepat, berinvestasi di saham efektif melipatgandakan pendapatan Anda dalam jangka panjang. Apa saja strategi investasi saham yang bisa dipertimbangkan ?


1. Menabung Saham / DCA

Menabung saham pada dasarnya adalah secara rutin menginvestasikan sejumlah uang di saham-saham tertentu dalam jangka waktu panjang. Harapannya, saham-saham yang sudah rutin dibeli tersebut harganya akan meningkat di masa depan sehingga memberikan keuntungan (capital gain) ketika waktunya dijual.

Menabung saham sebenarnya mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang bisa diterapkan dalam investasi jenis apapun. Anda membeli saham yang sama sedikit demi sedikit dan terus menerus, tanpa terlalu memperhatikan pergerakan harga saham tersebut, dengan tujuan untuk memiliki saham tersebut sebanyak mungkin. Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang kondang sebagai investor saham terkemuka, termasuk yang menerapkan strategi DCA ini.

Ilustrasinya, Anda rutin menabung saham "ABCD" selama 5 tahun dengan harga pembelian rata-rata Rp 2.000 per lembar saham. Selama menjadi pemegang saham "ABCD", anda sudah menikmati beberapa kali pembagian dividen. Ketika memasuki tahun keempat, anda hendak menjual seluruh saham "ABCD" yang anda miliki. Harga saham "ABCD" saat itu sudah di level Rp 4.200 per lembar. Anda berpeluang mengantongi keuntungan 110% karena harga jual saham sudah naik cukup tinggi.


2. Growth Investing

Strategi ini fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi keuntungan dan pertumbuhan pendapatan tinggi di masa depan. Berbeda dengan value investing yang menekankan pentingnya penilaian terhadap nilai atau harga wajar saham (valuasi), growth investing tidak terlalu mempedulikan valuasi saham. Yang terpenting, saham itu diyakini memiliki potensi tumbuh yang besar.

Jadi, investor yang menerapkan strategi ini tidak keberatan membeli saham yang harganya sudah tinggi selama dia percaya sinyal kenaikan harga saham masih kuat di masa depan.

  • Fokus pada saham yang berpotensi harganya naik
  • Tidak terlalu mempedulikan harga wajar saham atau valuasinya karena berfokus pada potensi tumbuh (growth factor)
  • Investor perlu mempelajari fundamental saham dengan melihat laporan keuangan dan historis pergerakan saham
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang


3. Income Investing

Strategi ini memfokuskan pada pembelian saham dari perusahaan yang rutin memberikan pembagian keuntungan berupa dividen. Strategi income investing tepat bagi Anda yang mengharapkan pendapatan rutin dari kepemilikan saham sebuah perusahaan.

Investor yang menerapkan strategi ini akan cenderung memegang saham dalam jangka panjang (buy and hold) karena lebih fokus pada pendapatan dividen ketimbang memburu keuntungan berupa capital gain. Meski begitu, ada pula yang menerapkan jurus buy and sell yakni membeli saham sebuah perusahaan yang hendak membagikan dividen, lalu menjualnya ketika dividen telah diterima dan saat harganya sudah lebih tinggi.

  • Investor fokus pada saham yang membagikan deviden secara rutin
  • Bertujuan untuk mendapatkan pendapatan secara rutin melalui deviden
  • Investor perlu meluangkan waktu untuk mengetahui saham perusahaan yang memberikan deviden secara rutin

4. Value Investing

Strategi ini adalah strategi investasi yang berfokus pada pembelian value stock atau saham bernilai. Pertama kali diperkenalkan oleh investor guru Ben Graham pada tahun 1934. Saham yang menjadi incaran ad alah saham yang harganya masih rendah di bawah harga wajar (undervalued) dan diyakini akan meningkat tinggi harganya dalam jangka panjang. Dengan begitu, ketika suatu saat dijual, keuntungan lebih mungkin dikantongi oleh si investor.

Mengutip Teguh Hidayat, praktisi dan penulis buku “Value Investing”, ada tiga tahap strategi investasi yang harus Anda lalui. Pertama, Anda harus menemukan saham yang harganya lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, saham yang dipilih adalah yang mewakili perusahaan berkinerja keuangan (fundamental) bagus dan track record konsisten. Ketiga, pastikan saham tersebut berasal dari perusahaan yang memiliki manajemen kredibel dan menerapkan tata kelola yang baik (good governance).

  • Investor fokus kepada saham yang memiliki fundamental bagus dan harga murah
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang
  • Menuntut penguasaan teknis agar bisa mengetahui harga wajar saham
  • Investor perlu meluangkan waktu untuk mempelajari laporan keuangan perusahaan
  • Berpeluang memberi keuntungan besar tanpa perlu memantau pergerakan pasar setiap hari
  • Jika sudah diputuskan akan menggunakan strategi Value Investing, berapa lama "PERIODE WAKTU" sebaiknya rutin membeli sahamnya ? Seminggu sekali ? Dwimingguan sekali ? Sebulan sekali ? Triwulan sekali ? Semesteran sekali ?atau Setahun sekali ?


              Dikutip dari Sumber  : Fuadiano in Syariah Saham

              Minggu, 21 Maret 2021

              Cara Praktis Memilih Saham Untuk Investasi Jangka Panjang

              Cara Praktis Memilih Saham Syariah Untuk Investsi Jangka Panjang:

              1. Pilih Indeks

              - Contoh, pilih saham-saham yang masuk kelompok saham Big Capital seperti JII (30 saham syariah) atau JII70 (70 saham syariah), LQ45 (45 Saham) atau saham yang memiliki kapitalisasi market diatas 100 Triliyun.

              2. Pilih Sektor

              - Contoh, pilihlah saham-saham yang masuk Sektor "Barang Konsumsi", dimana seluruhnya ada 9 sektor industri.

              3. Pilih Sub Sektor (jika perlu)

              - Contoh, jika masih banyak pilhan sahamnya, bisa pilih yang lebih spesifik lagi yaitu pilih sub sektor "Makanan dan Minuman" atau "Kosmetik & Keperluan Rumah Tangga", dimana seluruhnya ada 99 sub-sektor industri.

              4. Pilih Strategi

              - Contoh, bisa dilakukan penyaringan lebih spesifik lagi dengan menggunakan strategi Growth Investing, Income Investing atau Value Investing (disesuikan dengan tujuan dan gaya anda berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang).

              5. Pilih Saham

              - Pilihlah Saham yang sesuai budget anda masing-masing.

              Dikutip dari sumber : Fuadiano in Saham Syariah


              Minggu, 14 Maret 2021

              Istilah-Istilah Yang Sering Digunakan Dalam Perdagangan Saham Di Indonesia

              Istilah-Istilah Dalam Perdagangan Saham Di Indonesia antara lain adalah :

              1. ARA (Auto Reject Atas) adalah batas maximal kenaikan harga saham dimana saham bisa diperjual belikan dalam satu hari
              2. ARB (Auto Reject Bawah) adalah batas maximal penurunan harga saham dimana saham bisa diperjual belikan dalam satu hari
              3. AD (Average Down) adalah tambah beli saham ketika harga saham lebih rendah dari harga beli kita. Biasanya setelah average down maka harga saham kita rata-rata nya menjadi lebih rendah daripada sebelumnya
              4. AU (Average Up) adalah tambah beli saham ketika harga saham lebih tinggi dari harga beli kita hingga rata-rata saham juga menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.
              5. MAMA (Market Maker) adalah pihak yang memiliki modal besar dan mampu menggerakkan harga.
              6. Bearish adalah Kondisi pasar yang sedang turun.
              7. BrokSum (Broker Summary) adalah rekap transaksi penjualan dan pembelian broker pada suatu waktu.
              8. Bid adalah Harga yang diminta oleh pihak yg ingin membeli saham.
              9. Bullish adalah Kondisi pasar yang sedang naik
              10. Buki (Buang kiri) = haki
              11. CG (Capital Gain) adalah keuntungan yang didapat dari kenaikan harga saham.
              12. CL (Cut loss) adalah menjual dalam posisi rugi.
              13. Cuci piring adalah kondisi Ketika harga saham sudah naik tinggi dan kita baru masuk, kemudian harga turun dan kita yang kebagian ruginya
              14. Crossing adalah Transaksi tutup sendiri atau transaksi yg dilakukan di pasar nego.
              15. Dividen adalah Bagi hasil dari perusahaan atas saham yg kita beli
              16. Downtrend adalah Trend saham yang turun
              17. Efek adalah Bukti kepemilikan atas suatu perusahaan
              18. FA (Fundamental Analysis) atau analisa yang fokus pada kondisi fundamental perusahaan berdasarkan laporan keuangannya
              19. Fair value adalah Harga yang wajar atas suatu saham
              20. Fast Trade adalah Jual dan beli saham pada hari yang sama
              21. FP (Floating Profit) adalah keuntungan yang belum terealisasi karena saham belum dijual
              22. FL (Floating Loss) adalah kerugian yang belum terealisasi karena saham belum dijual
              23. Gainers adalah Saham-saham yang kenaikannya paling tinggi
              24. HAKA (Hajar kanan) atau beli pada harga offer (harga penawaran)
              25. HAKI (Hajar kiri) atau jual di harga bid (permintaan) atau dibawahnya
              26. High52 adalah Harga tertinggi saham dalam 52 minggu
              27. IV (Intrinsic Value) adalah persepsi kita atas value sebenarnya dari suatu saham atau nilai yang terkandung dalam suatu saham
              28. Ketinggalan kereta adalah Harga sudah naik tinggi padahal kita belum membelinya
              29. LK (Laporan keuangan)
              30. Lot adalah Ukuran untuk membeli dan menjual saham. 1 lot = 100 lembar saham
              31. Low52 adalah Harga terendah saham dalam 52 minggu
              32. Market Cap adalah Perkalian antara semua jumlah lembar saham yang dimiliki emiten dengan harganya di pasar
              33. Menangkap pisau jatuh adalah Membeli pada saat harga saham sedang turun
              34. Memantul adalah Harga yg sudah turun namun mampu naik kembali
              35. Movers adalah Saham-saham yang menjadi penggerak perdagangan saham di bursa
              36. MOS (Margin of Safety) adalah selisih antara harga wajar suatu saham dengan harganya saat ini di pasar dan memberikan jaring pengaman bagi investor untuk membelinya
              37. Nyangkut adalah Kondisi dimana kita mengalami kerugian namun sahamnya belum dijual.
              38. Offer adalah Harga yg ditawarkan oleh pihak yang ingin menjual saham.
              39. Pasar Reguler adalah Pasar dimana proses jual beli saham berlangsung dengan tawar menawar.
              40. Pasar Nego adalah Pasar dimana proses beli & jual langsung dilakukan antara pembeli melalui perantara Sekuritas. Biasanya apabila saham sudah sulit di jual dipasar reguler, maka akan dijual dipasar nego karena Pasar nego tidak mengikuti fraksi harga sama seperti pasar reguler. Atau apabila memang ada pihak-pihak yang ingin membeli dijumlah dan harga yang lebih besar namun tidak memungkinkan melalui mekanisme pasar reguler.
              41. Pom Pom adalah Ajakan membeli suatu saham tapi malah yang mengajak menjual saham tersebut.
              42. Position Trader adalah Hampir sama dengan swing trader namun jangka waktu hold sahamnya bisa hingga beberapa tahun.
              43. PUBEX (Public Expose) adalah paparan perusahaan tentang kondisi perusahaan kepada investornya
              44. Watchlist adalah Kumpulan saham yang sedang diincar.
              45. RDN (Rekening Dana Nasabah) atau rekening saham untuk transaksi saham.
              46. RTN (Rekening Tabungan Nasabah) untuk menerima kiriman uang dari RDN.
              47. Retail adalah Pihak dengan modal yang terbatas.
              48. Resisten adalah Garis pada grafik saham yang menunjukkan batas tertinggi dimana saham bisa naik dan seringkali ketika menyentuh garis tersebut harga akan cenderung turun.
              49. RI (Right Issue) adalah hak yang diberikan kepada investor lama yang sudah memegang suatu saham untuk membeli penambahan saham baru yang diterbitkan perusahaan.
              50. RS (Reverse Stock) adalah jumlah sahamnya dikurangi namun harga sahamnya dinaikkan sesuai dengan rasio reverse stocknya
              51. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) adalah forum atau rapat dari pengendali perusahaan dan investor yang memiliki wewenang untuk menentukan kebijakan dan arah perusahaan kedepannya.
              52. Saham IPO adalah Saham Initial Public Offering atau saham yang baru pertama kali terdaftar di pasar BEI.
              53. Saham Gorengan adalah Saham yang fluktuasi pergerakan harganya tinggi
              54. Saham Blue Chip adalah Saham yang memiliki fundamental yang kuat dan market cap yang besar.
              55. Saham Gocap adalah Saham yang harganya 50 perak dan biasanya sulit untuk diperdagangkan.
              56. Scalper adalah Jenis trader yang beli dan jual saham pada hari yang sama atau jangka waktunya jam-jaman.
              57. Sideway adalah Trend saham yang tetap, tidak naik atau tidak turun.
              58. Serok adalah Membeli saham diharga bawah.
              59. Sekuritas adalah Perusahaan perantara antara investor dan perusahaan. Biasanya investor membeli saham milik perusahaan melalui sekuritas.
              60. SL (Stop Loss) atau harga yg sudah kita tentukan sebelumnya untuk menjual saham demi membatasi kerugian
              61. SP (Stock Pick) adalah rekomendasi saham yang bisa dibeli.
              62. Suspend adalah Penghentian sementara perdagangan saham tertentu oleh BEI
              63. Support adalah Garis pada grafik saham yang menunjukkan batas terendah dimana saham bisa turun dan seringkali ketika menyentuh garis tersebut harga akan cenderung memantul naik.
              64. SPM adalah Sekolah Pasar Modal atau pelatihan yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia.
              65. Swing Trader adalah Jenis trader yang beli saham di support dan jual di resisten, bisa hold saham beberapa minggu hingga beberapa bulan
              66. Shares adalah Lembar saham.
              67. Supply adalah Area penawaran harga.
              68. SS (Stock Split) adalah pemecahan lembar saham menjadi lebih besar dengan rasio tertentu di harga yang lebih murah. Contoh: stock split PTSN 1:5, maka apabila harga saham lama 1 saham = 1.500, maka setelah stock split maka 1 saham menjadi 5 saham dengan harga 300 (1.500:5).
              69. TA (Technical Analysis) atau analisa yang fokus pada pergerakan harga saham.
              70. TO (Tender Offer) adalah penawaran untuk membeli perusahaan di harga yang lebih tinggi dari harga pasar dan bertujuan untuk menguasai perusahaan tersebut
              71. TP (Take Profit) adalah menjual saham lebih tinggi dari harga beli / menjual dalam posisi untung
              72. Trading adalah Aktipitas beli & jual saham
              73. Trader Receh adalah Retail dengan modal terbatas
              74. TTM (Twelve Trailing Month) = 12 bulan berjalan. Jadi, kalau misalnya sekarang Q2 2019, berarti yang dimaksud TTM adalah penjumlaham Q2 2019 + Q1 2019 + Q4 2018 + Q3 2018.
              75. Uptrend adalah Trend saham yang naik.
              76. Value Investing adalah Analisa saham untuk menentukan harga wajar suatu saham.
              77. Value Investor adalah Pihak yang berinvestasi berdasarkan metode value investing.
              78. Volume adalah Jumlah lembar saham yang ditransaksikan dalam suatu periode.
              79. Warrant adalah Hak untuk membeli saham induk dari warrant di harga dan waktu yang telah ditentukan. Biasanya diberikan pada saat perusahaan IPO.

              Dikutip dari Fuadino, Syariah Saham 

              Kamis, 11 Maret 2021

              Kenali Sukuk Ritel Seri SR014

              Tabel Jadwal Penerbitan SR014

              1. Kick off Meeting :18 Februari 2021

              2. Penetapan Kupon : 24 Februari 2021

              3. Masa Penawaran : 26 Februari - 17 Maret 2021

              4. Penetapan Hasil Penjualan : 22 Maret 2021

              5. Tanggal Setelmen : 24 Maret 2021

              6. Kupon Perdana (short coupon) : 10 April 2021

              7. Mulai Perdagangan di pasar sekunder : 11 Juni 2021

              8.  Jatuh Tempo  :  10 Maret 2024   


              Aset yang menjadi dasar (underlying) dari SR014 

              adalah barang milik negara (BMN) dan Proyek/Kegiatan Kementerian/Lembaga pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. 

              Aset-aset dimaksud yang akan dibangun dengan dana SR014 dan memberikan bagi hasil kepada kita sebagai investor SR014.

              SR014 bisa dibeli secara online di sejumlah mitra distribusi.


              Keuntungan berinvestasi di Sukuk Begara Ritel

              1. Pembayaran imbalan dan nilai nominal telah dijamin oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya, sehingga hampir tidak mempunyai risiko gagal bayar.

              2. Imbalan/kupon dengan jumlah tetap (fixed coupon) sampai pada Tanggal Jatuh Tempo.

              3. Imbalan dibayar setiap bulan.

              4. Kemudahan akses untuk melakukan pemesanan pembelian melalui sistem elektronik.

              5. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan mekanisme transaksi di Bursa Efek dan transaksi di luar Bursa Efek (over the counter).

              6. Berpotensi memperoleh capital gain dalam hal Sukuk Negara Ritel  dimaksud dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di pasar sekunder.

              7. Dapat dipinjamkan atau digadaikan kepada pihak lain, termasuk jaminan dalam rangka transaksi efek, sesuai kebijakan dan mengikuti ketentuan serta persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak.

              8. Berpartisipasi dalam aktivitas pasar keuangan dengan cara dan metode yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

              9. Turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

               

              Imbal hasil jika investor membeli SR014 senilai Rp1 juta

              Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbal hasil tetap (fixed coupon) 5,47 persen per tahun.
              Pemerintah mengenakan pajak 15 persen dari imbal hasil yang diterima investor karena imbal hasil ini tergolong penghasilan investasi. Perlu diketahui, besaran pajak kepada investor SR ini lebih rendah dibandingkan pajak deposito yang ditetapkan sebesar 20 persen.

              Berikut adalah simulasi perhitungan keuntungan investor.

              Misal, Nilai Investasi  = 1.000.000

              Imbal Hasil/Tahun = 1.000.000 x 5,47% = 54.700

              Pajak/Tahun = 54.700 x 15% = 8.205

              Imbal Hasil Bersih/Tahun = 54.700 – 8.205 = 46.495

              Imbal Hasil Bersih/Bulan = 46.495 : 12 = 3.874,58

              Maka, keuntungan bersih yang didapatkan investor per bulan dari investasi Rp. 1.000.000 adalah sebesar Rp3.874,58.

              Dikutip dari berbagai sumber

              Rabu, 27 Januari 2021

              Cara Mudah Menganalisa Saham Menggunakan Rasio Keuangan

              Gambar : google
              Gambar : google
              Berikut adalah beberapa cara mudah untuk menganalisa saham menurut postingan instagram @investorcoffe:

              1. Return On Equity (ROE) : Semakin besar ROE semkin bagus, hal ini menunjukkan bahwa laba perusahaan semakin besar

              2. Price Earning Ratio (PER) : Semakin rendah PER semakin bagus, hal ini menunjukkan harga saham semakin murah

              3. Price Book Value (PBV) : Semakin kecil PBV seakin bagus, hal ini menunjukkan harga saham semakin murah

              4. Net Profit Margin (NPM) : Semakin besar NPM semakin bagus, hal ini menunjukkan laba perusahaan semakin besar

              5. Earning Per Share (EPS) : Semakin besar EPS semakin bagus, hal ini menunjukkan laba per saham semakin besar

              6. Debt Equity Ratio (DER) : Semakin kecil DER semakin bagus, hal ini menunjukkan pengeluaran bunga utang perusahaan semakin kecil.

              Rabu, 20 Januari 2021

              Penerbitan SBN Ritel Tahun 2021



              Berikut daftar dan jadwal penerbitan SBN 2021:

              1. SBN ritel seri ORI019: 26 Januari-18 Februari 2021
              2. SBSN ritel seri SR014: 26 Februari-17 Maret 2021
              3. SBN ritel seri SBR010: 21 Juni-15 Juli 2021
              4. SBSN ritel seri SR015: 27 Agustus-15 September 2021
              5. SBN ritel seri ORI020: 27 September-20 Oktober 2021
              6. SBSN ritel seri ST008: 1 November-17 November 2021

              Kementerian Keuangan akan menunjuk beberapa mitra distribusi SBN 2021. Secara garis besar, mitra yang dimaksud adalah:

              • bank (BCA, Mandiri, BNI, BRI, Permata Bank, dll.)
              • platform P2P lending (Modalku, Koinworks, dll.)
              • platform investasi (Bareksa, Danareksa, dll.)

              Investor pemula bisa melihat daftar mitra distribusi dari keenam seri SBN ritel ini di situs https://www.kemenkeu.go.id/.

              Pastikan mitra distribusi yang kamu pilih memang resmi, ya.

              sumber : https://glints.com/

              Kamis, 03 Desember 2020

              Tanda Tangan Elektronik

              Bagaimana caranya menandatangani dokumen atau email di komputer? Apakah harus dicetak dulu, lalu ditandatangani, lalu di-scan lagi? Sungguh ruwet sekali. 

              Untung ada cara gampangnya, yakni dengan menciptakan tanda tangan elektronik.

              Tanda tangan elektronik dipahami sebagai bentuk tanda yang dilekatkan dalam dokumen secara elektronik
              sebagai bentuk pengesahan atau persetujuan. 
              Contoh tanda tangan elektronik adalah tanda tangan basah yang dipindai lalu disalin ke dokumen, atau bentuk tanda tangan yang dibuat menggunakan perangkat digital khusus seperti tablet, tanda tangan di bagian bawah email, nama yang diketik, tanda tangan suara, dan sebagainya.

              Tanda tangan digital ya sama saja dengan tanda tangan biasa, fungsinya untuk mengkonfirmasi bahwa kita sudah melihat dan menyetujui isi dari dokumen yang ditandatangani.

              Bedanya, tanda tangan elektronik bisa dibuat di PC atau Android – pada beberapa kasus (contohnya pada email), tanda tangan elektronik bisa dibubuhkan secara otomatis. 

              Cara Membuat Tanda Tangan Elektronik Lewat PC

              1. Kunjungi Situs Pembuat Tanda Tangan Elektronik

              Ada berbagai aplikasi yang bisa digunakan, tapi kalau kita ingin lebih cepat dan simpel sebaiknya menggunakan tools yang tersedia di internet. Salah satunya adalah situs Online Signature. Cukup ketikkan alamat “https://onlinesignature.com” pada kolom pencarian di browser untuk mengunjungi laman utamanya. Lalu, klik menu Draw Signature untuk menuju laman pembuatan tanda tangan online.

              2. Buat Tanda Tangan

              Nah, di laman ini sudah tersedia kolom yang cukup besar untuk membuat tanda tangan kita. Buatlah goresan pada kolom sampai tanda tangan kita terbentuk menggunakan mouse atau touchpad di laptop agar lebih mudah.

              Ada tombol clear yang bisa diklik kalau kita mau mengulang lagi dari awal. Kalau sudah jadi, klik tombol Save lalu akan muncul pop-up yang menyediakan dua pilihan – Sign Up dan Download Signature.


              3. Download Tanda Tangan

              Pada tahapan ini, tanda tangan kita sudah jadi. Tinggal klik Download Signature, pilih direktori penyimpanan, dan tanda tangan kita pun akan tersimpan dalam format gambar PNG.

              Selamat mencoba. Semoga Bermanfaat


              Selasa, 20 Oktober 2020

              Surat Berharga Negara (SBN)

              Mau cuan sambil bantu negara?? Investasi di SBN aja..!!

              Apa Itu Surat Berharga Negara (SBN)?

              SBN adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai anggaran negara dan bisa menjadi instrumen investasi bagi pemegangnya (investor) karena bisa memberikan imbal hasil atau keuntungan. Berikut jenis-jenis instrumen dan karakteristik SBN:

              Perbandingan Savings Bond Ritel (SBR) Sukuk Tabungan
              (ST)
              Obligasi Negara Ritel (ORI) Sukuk Ritel (SR)
              TINGKAT IMBAL HASIL Mengambang dengan tingkat minimum Mengambang dengan tingkat minimum Tetap (fixed rate) Tetap (fixed rate)
              WAKTU PENCAIRAN Dapat dicairkan lebih awal Dapat dicairkan lebih awal Sesuai jatuh tempo Sesuai jatuh tempo
              JANGKA WAKTU 2 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 3 Tahun
              MINIMAL PEMBELIAN Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000

              SBN investasi aman dan dijamin negara
              Dana yang terkumpul di SBN akan digunakan pemerintah untuk mendanai program-program prioritas dalam pemerataan pembangunan, pendidikan, dan kesehatan di Indonesia.

              Apa Keuntungan Investasi SBN?
              100% Aman
              Pembayaran imbal hasil dan pokok investasi dijamin oleh undang-undang.

              Untung Hingga 6% per Tahun
              Tingkat keuntungan di atas bunga deposito bank, sekitar +/- 6% per tahun.

              Kontribusi Bantu Negara
              Turut berperan aktif dalam membangun negara dan ikut serta dalam upaya mengurangi ketergantungan kepada investor asing.

              Rutin Dapat Uang
              Imbal hasil akan dikirimkan langsung ke rekening investor rutin setiap bulan atau periode lainnya sesuai dengan ketentuan produk.

              Mudah dan Praktis
              Pendaftaran dan transaksi 100% online. Pembayaran bisa dilakukan dari 6 bank pilihan di ATM, teller bank, maupun internet banking.

              Bisa Dicairkan Lebih Awal
              Meski jangka waktu ditetapkan 2/3 tahun, investor bisa melakukan pencairan maksimal sebesar 50% dari total pembelian (khusus SBR dan ST).

              Berikut Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2020 (Tentatif):


              Sumber: Bareksa.com

              Senin, 13 Juli 2020

              Tips Mengubah Tanda Pemisah Koma (,) menjadi Titik (.) Pada Data Desimal

              Beberapa aplikasi pengolah data menggunakan tanda pemisah titik (.) bukan koma (,) pada data desimal. Namun, oengaturan bawaan beberapa komputer atau laptop menggunakan tanda koma (,) sebagai pemisah di data desimal. Hal ini sungguh merepotkan karena kita harus merubah tanda koma (,) menjadi titik (.) terlebih dahulu agar datanya bisa terbaca/diproses oleh aplikasi pengolah data tersebut.

              Berikut adalah cara mengubah pengaturan agar tanda desimal di excel berubah dari koma menjadi titik atau sebaliknya dari titik menjadi koma:


              1.  Buka Microsoft Excel 
              2. Pada menu Office Button pilih Excel Options
              3. Lalu pilih Advance. 
              4. Hapus tanda checklist pada "Uses System Sparator"  
              5. Pada Decimal separator ubah menjadi tanda titik  & Pada Thousand separator ganti dengan tanda koma.  
              6. Setelah itu OK


              Setelah mengikuti langkah-langkah di atas maka data desimal yang sebelumnya koma berubah menjadi titik.

              Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

              Rabu, 24 Juni 2020

              Leveling di Room DJParty ClubCooee Kuyy!!



              Menurut hasil terawang dan investigasi dari sumber yang belum pasti kebenarannya, hehehe, berikut adalah jumlah like dj yang dibutuhkan di club cooee untuk meningkatkan level DJ para user :

              Level Like Level Like Level Like Level Like Level Like
              1 0         11 100 21 850 31 10.000 41 12.300
              2 5 12 130 22 1.000 32 10.230 42 12.530
              3 10 13 160 23 1.340 33 10.460 43 12.760
              4 15 14 200 24 1.600 34 10.690 44 12.990
              5 25 15 250 25 2.000 35 10.920 45 13.220
              6 30 16 300 26 2.500 36 11.150 46 13.450
              7 40 17 360 27 3.300 37 11.380 47 13.680
              8 55 18 450 28 4.400 38 11.610 48 13.910
              9 70 19 550 29 6.000 39 11.840 49 14.140
              10 85 20 700      30 8.000   40 12.070 50 14.370

              Level Like Level Like Level Like Level Like Level Like
              51 14.600 61 17.000 71 19.300 81 21.600 91 24.000
              52 14.830 62 17.230 72 19.530 82 21.830 92 24.230
              53 15.060 63 17.460 73 19.760 83 22.060 93 24.690
              54 15.290 64 17.690 74 19.990 84 22.290 94 25.150
              55 15.520 65 17.920 75 20.220 85 22.520 95 25.610
              56 15.750 66 18.150 76 20.450 86 22.750 96 26.070
              57 15.980 67 18.380 77 20.680 87 22.980 97 26.530
              58 16.210 68 18.610 78 20.910 88 23.210 98 26.990
              59 16.440 69 18.840 79 21.140 89 23.440 99 27.450
              60 16.670 70 19.070 80 21.370 90 23.670 100 27.910

              Level Like Level Like Level Like Level Like Level Like
              101 28.370 111 32.970 121 37.599 131 42.200 141 46.800
              102 28.830 112 33.430 122 38.060 132 42.660 142 47.260
              103 29.290 113 33.890 123 38.520 133 43.120 143 47.720
              104 29.750 114 34.450 124 38.980 134 43.580 144 48.180
              105 30.210 115 34.810 125 39.440 135 44.040 145 48.640
              106 30.670 116 35.270 126 39.900 136 44.500 146 49.100
              107 31.130 117 35.730 127 40.360 137 44.960 147 49.560
              108 31.590 118 36.190 128 40.820 138 45.420 148 50.020
              109 32.050 119 36.650 129 41.280 139 45.880 149 50.480
              110 32.510 120 37.110 130 41.740 140 46.340 150 50.940

              Popular Posts

               
              Design by Satria Adhi